Senin, 11 Agustus 2008

Isra’ Mi’raj Dari Perspektif Modern

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [Al Isroo’:1]

Ketika Nabi Muhammad SAW menceritakan pengalamannya pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian ke langit ke 7 hingga Sidratul Muntaha dalam waktu semalam, maka orang-orang kafir Quraisy mentertawakannya, sementara banyak orang yang telah masuk Islam, akhirnya murtad kembali karena tidak percaya akan Isra’ dan Mi’raj.

Abu Bakar ra, ketika ditanyakan apakah dia mempercayai Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, dengan penuh keyakinan berkata, “Jika yang berkata demikian itu adalah Muhammad bin Abdullah, maka yang lebih aneh dari itu pun aku percaya, karena sesungguhnya Muhammad itu tidak pernah berbohong.” Meski Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbohong sehingga sampai dijuluki Al Amin (Yang Terpercaya) oleh orang Quraisy Mekkah, tapi hanya sedikit Muslim sajalah yang beriman akan cerita Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar adalah salah satu dari sedikit orang itu yang dengan tegas menyatakan keyakinannya, sehingga beliau dijuluki Ash Shiddiq.

Hingga sekarangpun banyak Muslim yang masih ragu akan kebenaran Isra’ dan Mi’raj, meski itu nyata tertuang dalam Al Qur’an dan juga hadits Nabi yang shahih. Bagaimana mungkin orang bisa pergi dari Mekkah hingga Yerusalem, kemudian ke langit ke 7 dan kembali lagi dalam semalam? Itu tidak rasional, begitu pendapat mereka. Ada juga yang berpendapat apa yang dialami Nabi tidak lebih dari mimpi (perjalanan rohani) belaka.

Padahal jika hanya mimpi, itu bukan mu’jizat Allah! Kita semua bisa mimpi pergi ke negeri asing, ke bulan, bahkan ke langit dalam sekejap. Selain itu, tak mungkin terjadi kegemparan yang demikian heboh, sehingga orang-orang kafir pada tertawa, orang-orang

Islam yang imannya pas-pasan murtad kembali, dan Abu Bakar sampai digelari Ash Shiddiq.

Jika itu dikatakan tidak masuk akal juga keliru. Di zaman baheula, di mana belum ada pesawat terbang atau pesawat ruang angkasa seperti space shuttle, mungkin pendapat itu masih wajar.

Tapi di zaman sekarang ini, perjalanan sejauh itu dalam waktu sedemikian singkat, seharusnya sudah mulai masuk di akal kita. Dulu orang menganggap perjalanan dari Mekkah ke Yerusalem dalam semalam mustahil. Itu wajar, karena mereka masih naik onta yang kecepatannya tak lebih dari 60 km per jam. Tapi sekarang dengan pesawat tempur yang canggih (contohnya pesawat SR-71 Blackbird) yang kecepatannya sampai mach 3 (3 kali kecepatan suara atau sekitar 3000 km per jam), maka perjalanan itu bisa di tempuh dalam waktu kurang dari 4 jam dengan teknologi manusia pada zaman ini! Bahkan manusia telah mampu menciptakan roket yang bisa melaju hingga lebih dari 40 ribu kilometer per jam. Artinya dalam waktu kurang dari satu jam, bumi sudah selesai dikitari!

Teknologi telpon, memungkinkan suara seseorang bisa diterima hampir seketika meski jaraknya sampai 20 ribu kilometer (misalnya dari Hawaii ke Eropa), walaupun kecepatan suara itu cuma sekitar 1000 kilometer per jam. Menurut nalar manusia primitif, seharusnya suaranya tertunda hingga 20 jam. Teknologi manusia memungkinkan hal itu terjadi.

Sekarang kita bisa mengirim e-mail atau berita dengan sekejap meski jaraknya puluhan ribu kilometer. Di zaman kuno, hal itu tidak mungkin. Begitu pikiran orang-orang yang kuno.

Di zaman yang akan datang, teknologi manusia akan terus berkembang dan berkembang, sehingga kecepatan pesawat akhirnya bisa mendekati kecepatan cahaya.

Nah yang saya sebut di atas adalah contoh dari teknologi buatan MANUSIA. Bagaimana dengan teknologi ciptaan Allah? Lebih jelek atau lebih baik dari buatan makhluknya? Jika akal kita masih sehat, tentulah kita akan mengakui bahwa Allah Maha Kuasa tentu akan jauh lebih hebat kemampuannya ketimbang manusia yang cuma makhluk ciptaannya..

Manusia hanya bisa membuat dari bahan yang sudah diciptakan oleh Allah SWT, sementara Allah mampu menciptakan sesuatu dari ketidak-adaan. Jika manusia bisa membuat logam mati yang tidak bergerak menjadi pesawat yang berkecepatan tinggi hingga beberapa kali kecepatan suara, bukankah Allah SWT yang telah menciptakan cahaya dengan kecepatan 300 ribu kilometer per DETIK lebih mampu lagi menciptakan kendaraan atau makhluk yang jauh lebih cepat dari cahaya?

Ada satu cerita. Konon ada seekor semut yang hinggap di kopiah seorang haji. Pak Haji ini, kemudian pergi dari Surabaya ke Banjarmasin pada pagi hari, kemudian kembali lagi pada sore hari. Ketika semut itu berkata, bahwa dia telah pergi ke Banjarmasin pada pagi hari, kemudian kembali lagi pada sore hari, maka teman-temannya tidak percaya. “Tidak mungkin!” Demikian kata teman-temannya. Surabaya dan Banjarmasin itukan jaraknya lebih dari 1000 km dan terpisah laut yang luas, bagaimana mungkin kamu pulang pergi ke sana cuma dalam sehari?”

Begitulah pikiran semut. Jika semut itu yang pergi sendiri, itu memang tidak mungkin. Tapi kalau semut itu menumpang pada teknologi manusia, bukankah hal itu jadi mungkin?

Demikian pula Nabi Muhammad SAW. Jika Nabi Muhammad SAW pergi sendiri, tentulah tak akan bisa melakukannya dalam semalam, meski hanya pergi ke Yerusalem. Tapi karena Allah SWT yang menyediakan kendaraannya serta memperjalankan Nabi, maka hal itu mungkin saja, karena Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Allah SWT adalah pencipta segalanya, termasuk ruang dan waktu.

Menurut pikiran manusia (yang cuma makhluk ciptaan Allah SWT), hal itu mungkin tidak mungkin (terutama bagi orang yang imannya berada “di bawah garis kemiskinan”:), tapi kalau bagi Allah SWT, itu adalah hal yang mudah sekali.

Sesungguhnya, perjalanan melintas penjuru langit dan bumi itu dapat dilakukan oleh manusia (meski tidak sehebat Israa’ Mi’raj). Allah SWT telah menyatakan hal ini bahwa jin dan manusia bisa melakukan itu jika mereka memakai kekuatan (power):

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” [Ar Rahman:33]

Sekarang manusia telah menciptakan berbagai pesawat dari yang kekuatannya ribuan tenaga kuda (HP), hingga jutaan tenaga kuda (bahkan lebih di masa depan nanti).

Semakin modern kita, di mana terjadi banyak penemuan kendaraan-kendaraan yang berkecepatan makin lama makin tinggi, seharusnya perjalanan seperti Israa’ Mi’raj itu akan makin mudah diterima. Jika ada yang menganggap tidak masuk akal, tentu pikirannya tidak berbeda jauh dengan pikiran primitif orang-orang kafir Quraisy macam Abu Jahal dan Abu Lahab yang tinggal di zaman baheula.

Berikut adalah hadits Nabi Muhammad SAW tentang Israa’ Mi’raj:

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya dari Anas Ibnu Malik bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Didatangkan untukku Buraq yang merupakan hewan putih,

panjangnya diatas himar dan dibawah bagal, kukunya berada di akhir ujungnya. Beliau bersabda, `Aku segera menunggainya hingga tiba di Baitul Maqdis.’ Beliau bersabda, `Lalu ia mengikatnya dengan tali (rantai) yang biasa dipakai oleh para nabi untuk mengikat.’

Beliau melanjutkan, `Kemudian aku memasuki masjid (Baitul Maqdis) dan mendirikan shalat dua rakaat.

Setelah itu, aku keluar. Lalu Malaikat Jibril a.s. mendatangiku dan menyodorkan dua buah gelas yang satu berisi khamar dan lainnya berisi susu. Aku memilih gelas yang berisi susu dan Jibril a.s. berkata, `Engkau telah memilih kesucian.’

Kemudian ia naik bersamaku ke langit yang pertama. Jibril meminta dibukakan pintu. Lalu (malaikat penjaga langit pertama) bertanya, `Siapakah kamu.’ Jibril a.s. menjawab, `Jibril.’ Kemudian ia ditanya lagi, `Siapakah yang besertamu?’ Jibril a.s. menjawab, `Muhammad.’ Malaikat itu bertanya, `Apakah kamu diutus?’

Jibril menjawab, `Ya, aku diutus.’ Lalu pintu langit dibukakan untuk kami. Ternyata aku bertemu dengan Nabi Adam a.s. Ia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Setelah itu Jibril a.s. naik bersamaku kelangit yang kedua dan meminta dibukakan pintu. Lalu pintu langit kedua dibukakan untuk kami. Di sana aku bertemu dengan dua putra paman Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria a.s., keduanya menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Lalu Jibril a.s. naik bersamaku ke langit yang ketiga dan meminta dibukakan pintu langit ketiga. Lalu pintu langit ketiga dibukakan untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Yusuf a.s. yang telah dianugerahi sebagian nikmat ketampanan. Ia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Kemudian Jibril a.s. naik bersamaku kelangit keempat dan meminta dibukakan pintu langit keempat. Lalu pintu langit keempat dibukakan untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Idris a.s. yang menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah SWT berfirman, `Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.’

Setelah itu Jibril a.s. kembali naik bersamaku kelangit yang kelima dan meminta dibukakan pintu langit kelima. Lalu ia membukakan pintu langit yang kelima untuk kami, Di sana aku bertemu dengan Harun a.s. yang menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Malaikat Jibril a.s. kembali naik bersamaku ke langit yang keenam dan meminta dibukakan pintu untuk kami. Lalu ia membukakan pintu keenam untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Musa a.s. yang menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.

Lalu Jibril a.s. naik lagi bersamaku ke langit yang ketujuh dan meminta dibukakan pintu langit ketujuh. Kemudian malaikat penjaga pintu langit ketujuh membukakan pintu untuk kami. Di sana aku bertemu dengan Ibrahim a.s. yang menyandarkan punggungnya ke

Baitul Ma’mur yang setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat dan tidak kembali kepadanya –sebelum menyelesaikan urusannya.

Setelah itu, ia pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata, daun-daunnya sebesar kuping gajah dan buah-buahannya menyerupai buah anggur. Begitu perintah Allah SWT menyelubunginya dan menyelubungi apa-apa yang akan diselubungi, ia segera berubah. Tidak ada seorang makhluk Allah pun yang mampu menyifati keindahan dan keelokannya.

Lalu Allah Maha Agung mewahyukan apa-apa yang akan diwahyukan-Nya kepadaku dan mewajibkanku untuk mendirikan shalat lima puluh kali setiap hari sehari semalam. Setelah itu, aku turun menemui Musa a.s..

Ia bertanya kepadaku, `Apakah gerangan yang telah diwajibkan Allah SWT atas umatmu.’ Aku menjawab, ‘Mendirikan shalat sebanyak lima puluh kali.’ Kemudian ia berkata, `Kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah kepada-Nya keringanan. Sesungguhnya umatmu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Sesungguhnya aku telah berpengalaman mencobanya kepada Bani Israel.’ Beliau melanjutkan sabdanya, `Kemudian aku kembali kepada Rabb-ku dan memohon, `Wahai Rabb, berikanlah keringan untuk umatku.’ Dan Ia mengurangi menjadi lima kali.

Setelah itu, aku kembali menemui Musa a.s. dan kukatakan kepadanya, `Ia telah mengurangi menjadi lima kali.’ Namun Musa a.s. kembali berkata, `Sesungguhnya umatmu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu. Karena itu kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah keringanan.’ Lalu aku bolak-balik bertemu antara Rabb-ku Yang Maha Tinggi dengan Musa a.s.. Lalu Dia berfirman, `Wahai Muhammad, sesungguhnya kelima shalat itu dilaksanakan setiap sehari semalam. Setiap shalat dihitung sepuluh yang berarti berjumlah lima puluh shalat.

Barang siapa yang ingin melakukan suatu kebaikan kemudian tidak melaksanakannya, maka Ku-tuliskan untuknya satu kebaikan. Dan jika ia mengerjakannya, maka Ku-tuliskan untuknya sepuluh kebaikan.

Barangsiapa ingin melakukan kejelekan kemudian tidak melakukannya, maka Aku tidak menulis apa-apa padanya. Dan jika ia mengerjakannya, maka Aku menuliskannya satu kejelekan.’ Beliau kembali melanjutkan sabdanya,

`Lalu aku turun hingga sampai kepada Musa a.s. dan memberitahukan hal tersebut. Musa a.s. berkata, `Kembalilah kepada Rabb-mu dan memohonlah keringanan.’

Saat itu Rasulullah saw. bersabda, `Aku katakan kepadanya, `Aku telah berulang kali kembali kepada Rabb-ku hingga aku merasa malu kepada-Nya.’”

PENERBANGAN GRATIS!!!!

Bila kita akan 'berangkat" dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau American Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Dimana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Dimana passport kita bukan Indonesia , British atau American, tetapi Al-Islam.
Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi 'Laailaahaillallah'
Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.
Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau
Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Dimana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.
Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa
apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Dimana tidak perlu satpam dan alat detector.
Dimana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Dimana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.

Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.
YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa 'Pemberitahuan' .
Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. ...
Saat penerbangan anda berangkat... tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah, atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun....
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?
'Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya. '
ASTAGHFIRULLAH 3X, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga... Amiin WALLAHU A'LAM
Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur...tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini.....sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.
SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya

3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.



Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarla h Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang
Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang
Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah
Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah
Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.. ..Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari
Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak
Bersuara"

Ketika Mayat Siap Dikafan...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika MayatDiusung. ... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Dishalatkan. ...Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."

Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk

Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu
Bahasa."

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian... .Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.... .
Kini Kau Tinggal Seorang Diri
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku
Hari Ini,....
Akan Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya

Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"

Anda Ingin Beramal Shaleh...?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal...!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.

Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, beliau bersabda "wakafa bi almauti wa'idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaranbagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin....

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja...
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini...

DARI MILIST SEBELAH NAMUN INSYA ALLAH BERARTI...

Jadilah Kayu Jati


Pernah merasa sedih dan menitikan air mata tanpa kita ketahui penyebabnya. .., ketika kita sudah berbuat untuk bertujuan baik serta benar. tetapi kita terima adalah kritikan yang pedas. ketika kita salah mengambil keputusan, waktu sebelumnya keputusan itu telah kita pertimbangkan dengan baik...

Apa yang harus kita lakukan saat seperti itu..?, jangan lah kita berputus asa!! bangkit.. Terus berjuang..

Kita adalah matahari yang ditakdirkan sebagai khalifah di bumi, kita tidak akan menjadi matahari jika kita tidak memancarkan cahaya, sekalipun mendung dan awan kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat diri kita...

Kita coba instropeksi diri, kita sering marah ketika melihat orang lain sukses, coba deh renungkan sejenak... kenapa mereka berhasil... kerena mereka memang sudah bekerja keras dan membuka jalan untuk meraih kesuksesan.. ..

Apa yang harus kita lakukan saat ini... mari kita berjuang untuk lebih sukses dari orang itu, mari kita buat jalan kita.. mari kita kejar kesuksesan.. apakah kita bisa sukses jika kita tak pernah mengejar sukses...?, jangan hanya marah dan iri atas kesuksesan orang lain...

Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

sahabat...jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !!

Sahabat ,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik. Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman. Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil,

dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti

perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya Diri kita sendiri...? dan dengan bantuan diri kita sendiri.. kita harus berjuang untuk maju.. tidak ada yang dapat menolong kita menuju kesuksesan selain diri kita sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa...

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi dirimu dan Tuhan... kini saatnya berjuang.. setelah tetesan air mata kesedihan jatuh.. maka instropeksi diri dan berjuanglah. . untuk keberhasilan kita.. jangan jadi orang yang lemah seperti ranting kering... yang rapuh.. jadilah kayu jati yang kokoh dan bernilai tinggi.. Asah dan bentuklah diri kita suatu ukuran yang bernilai tinggi... bukan hanya serpihan gergaji yang di buang orang...

Erwin Arianto

Dengan Nama Allah...

Hari itu saya terlambat pulang kerja, setiba dirumah anak sedang menangis di pangkuan ibunya, tidak ada suara yang terdengar selain " ibu...ibu... .ibu...ibu. ." terus saja seperti itu sampai anak saya tertidur di pangkuan ibunya, setelah itu saya bertanya kenapa dia menangis, istri mengatakan bahwa dia habis di omelin sama nenek karena suka gangguin adiknya. Waktu itu hati saya juga sedang kesal karena ada masalah di kantor, tapi saya tidak mau menunjukan didepan istri takut dia jadi kepikiran.

Sewaktu sholat Isya (karena telat sampai rumah jadi gak sempat berjamaah di masjid) hati didada masih saja tidak menentu. semakin di fokuskan fikiran semakin terfikir masalah dikantor, sibuk berdialog dengan diri sendiri dan melakukan pembenaran-pembenar an di dalam benak terhadap segala masalah, samapi tidak terasa raka'at ke 4 hampir berakhir (Subhanallah dengan kehebatan Allah, Dia bisa menciptakan otak kanan dan kiri berkerja sendiri-sendiri secara teratur tampa ada yang salah, masalah nyambung atau tidak itu masalah lain lagi). pada sujud terakhir saya teringat dengan tangisan anak yang memanggil-manggil nama ibunya sampai dia tertidur, dan tanpa disadari bibir mulai berkeluh kesah dengan Allah lewat panggilan namanya " ya Allah....ya Allah...Allah. .Allah... ya Allah....." terus saja seperti itu tanpa ada kata-kata lain bahkan tidak ada doa agar masalah diselesaikan, yang ada hanya tangisan dalam naungan Asma Allah.

Terlalu banyak rumusan-rumusan dikepala mengenai cara melepaskan masalah, terkadang sebuah tangisan bisa meluluh lantakan segala macam teori masih berkutat pada masalah " apa dan bagaimana " sehingga sering kita meninggalkan sebuah kesederhanaan , ya seperti rengekan anak kecil tanpa perduli dengan rangkaian kata-kata

Bismillahirrahmanir rahim, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Panggillah Allah dengan suatu kesungguhan, kepasrahan, ketidak berdayaan, panggilah nama Allah dengan penuh harap dengan penuh cinta maka rasakan kasih sayangnya akan menjalar keseluruh tubuh secara spontan tanpa direkayasa. Jika anak hanya dengan memanggil-manggil ibunya hatinya jadi tenang maka kata-kata apa yang bisa menggantikan nama Allah ketika kita gelisah, bukankah setiap perbuatan dan perkataan di mulai dengan "Bismillah".

Salam

David Sofyan

TIPS KHUSYUK.. :)

1. Menghentikan maksiat. Setiap kali dosa makin berkurang, maka hati makin
bersinar. Dengan mengurangi maksiat, kita akan mendapatkan mujahadah dan
kesukaran sedikit demi sedikit. Sedikitkan maksiat sekemampuan kita.

2. Ingatlah hari kiamat, kematian, surga, dan neraka sekemampuan kita!
Ingatlah surga dan kenikmatan kita disurga,.. Ingatlah saat kita berdiri
dihadapan Allah di hari kiamat.

3. Sayangi manusia, agar hati kita menjadi khusyuk. Setiap kali kita
berinteraksi dengan manusia dengan kasih sayang, maka setiap kali itu pula
akan semakin khusyuk.

Tapi kita harus ingat! Sebelum kita menjadi hamba yang takut kepada Allah,
kita akan berjihad melawan hawa nafsu kita hingga kita takut kepada Allah.
Jika hati kita mulai terkait dengan Allah, maka kita akan menemukan hasil
takut kita, yakni jauh dari maksiat.

Iman bertambah dengan latihan. Ketika kita masuk kuliah, kita hanya
mengetahui satu hal. Dan ketika kita keluar, kita akan mengetahui banyak
hal. Hal itu terjadi, karena kita berlatih. Demikian juga iman dan Islam.
Maka latihlah diri kita! Coba tinggalkan maksiat, dan sekuat tenaga usahakan
agar hati selalu khusyuk. Cobalah mengingat
hari kiamat; berinteraksi dengan
kasih sayang kepada manusia!

Jika kita melakukan hal itu, maka rasa takut kepada Allah akan timbul

Jika kita melakukan hal itu, maka rasa takut kepada Allah akan timbul di
hati kita setelah mujahadah. Jika rasa takut telah timbul, maka kita akan
menemukan diri kita melawan maksiat, bukan karena sulit, namun karena kita
menemukan kelezatan saat meninggalkannya.

Ketika rasa takut memasuki hati kita, maka ia akan membakar sarang-sarang
syahwat di hati kita. Kadang di suatu hari kita berkata, "Aku mungkin
meninggalkan segala sesuatu kecuali maksiat, Aku tidak akan mampu
meninggalkannya. " Maka, segeralah bermujahadah melawan maksiat. Mulailah
mengingat hari kiamat, dan hati kita akan menjadi takut. Di saat rasa takut
datang, saat itulah maksiat keluar dari hati.

Sangat menakjubkan, hasrat bermaksiat hilang begitu saja! Allah telah
mengeluarkannya dari hati kita, karena rasa takut telah membakar
sarang-sarang syahwat di hati kita.

Tingkatan pertama takut kepada Allah ialah membunuh maksiat. Nabi Yusuf
dihadapkan pada satu sikap -yang para pemuda banyak yang menjadi takluk di
hadapannya-, dan ia pemuda yang masih belia, tampan, terasing di negerinya,
dan tak dikenal orang. Sementara, tuan putrinya, isteri Aziz, menggoda
Yusuf, dan ia seorang wanita cantik jelita.

"Dan dia menutup pintu-pintu, .:. (Yusuf : 23). Tak seorang pun melihat,
dia-istri Aziz- sendiri yang menawarkan diri, dan berkata, "Mariiah ke
sini"... (Yusuf : 23). Tapi hati Yusuf takut kepada Allah hingga ia berkata,
"Aku berlindung kepada Allah,..." (Yusuf : 23).

Siapakah yang mampu mengatakan ini dengan segala keteguhan hati di depan
bujukan syahwat yang sangat menggiurkan itu?!

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk
menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya
berkata,'Marilah ke sini'. Yusu f berkaca, "Aku berlindung kepada Allah,
sungguh ti aanku telah memperlakukanku dengan baik". Sesungguhnya
orang-orang yang zulim tiadaakan beruntung." (Yusuf : 23)

Ketika kita mulai membunuh kemaksiatan di hati, Allah akan melihat takut
itu, sehingga kita akan naik ke tingkatan berikutnya, yaitu menangis karena
takut kepada Allah dan merasakan kelezatan tangisan tersebut. Nabi bersabda,

"Tidak akan masuk neraka, siapa yang menangis karena takut kepada Allah,
sehingga air susu itu kembali ke kantong kelenjar susu (tetek) binatan o, "
(HR. At-Turmudzi dan Imam Ahmad).

"Tidak ada yang paling Allah cintai dari dua tetesan dan dua bekas, yaitu:
tetesan dari air mata takut kepada AUah dan tetesan darah di jalan Allah.
Adapun dua bekas adalah bekas (berjihad) di jalan Allah dan bekas
(melakukan) kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah." (HR. At-Turmudzi) .

Lalu Nabi * bersabda, "Barangsiapa yang mengingat Allah, dan kedua matanya
banjir air mata, hingga air mata itu mengenai bumi, ia tidak akan di azab di
hari kiamat." (HR. Ath¬Thabrani dan Al, Hakim)

Setelah itu, kita akan naik ke tingkat selanjutnya: berinteraksi kepada
manusia dengan takut kepada Allah.

Umar bin Abdul Aziz berkata kepada pembantunya, “Jika kau melihatku
melakukan kezaliman pada manusia atau mengambil hak dari hak-hak manusia,
maka peganglah pakaianku, goyangkan diriku, lalu katakana, ‘Wahai Umar,
tidakkah engkau takut kepada Allah?’.”

Ya Allah.... Ampukanlah dosa2 hambamu in..... Terimalah Taubatan Nasuha hambamu ini.... Amien.............

Minggu, 03 Agustus 2008

PENERIMAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN BANK INDONESIA

Okey....

diberitahukan buat temen-temen yang punya kakak, sodara, adek atau siapa aja kira2 yang berminat buat gabung menjadi pegawai di lingkungan Bank Indonesia, saat ini talah dibuka penerimaan Pegawai Dil Lingkungan Bank Indonesia.

jadi bagi siapa aja yang berminat silahkan aja daftar di bi dot go dot id atau di triple double'u dot ppm strip rekrutmen dot com slash bi

he..he... bingung khan yah pinter-pinterlah.....

wass....

Lagu Hits..

Yovie & The Nuno - Janji Suci

dengarkanlah wanita pujaanku
malam ini akan ku sampaikan
hasrat suci kepadamu dewiku
dengarkanlah kesungguhan ini

* aku ingin mempersuntingmu
‘tuk yang pertama dan terakhir

reff:
jangan kau tolak dan buatku hancur
ku takkan mengulang ’tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
akulah yang terbaik untukmu

dengarkanlah wanita impianku
malam ini akan ku sampaikan
janji suci satu untuk selamanya
dengarkanlah kesungguhan ini

repeat *
repeat reff [3x]

akulah yang terbaik untukmu, ooo